Bulughul Maram

02. Kitab Shalat: 12. Bab Shalat Jumat - Kewajiban Shalat Jumat - Hadis No. 441-442

  • ARTIKEL
  • Kamis, 29 Desember 2022 | 10:11 WIB
foto

Foto: saibumi.com

بَابُ صَلَاةُ الْجُمُعَةِ


441 - و442 - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ, وَأَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ, - أَنَّهُمَا سَمِعَا [ص:129] رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ - عَلَى أَعْوَادِ مِنْبَرِهِ: «لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ, أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ, ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ. (1)
__________
(1) - صحيح. رواه مسلم (865) ومعنى ودعهم: تركهم.

408. Dan Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu Anhum, sesungguhnya mereka berdua telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda di atas kayu mimbarnya, "Hendaklah benar-benar berhenti suatu kaum dari meninggalkan shalat Jum'at atau Allah akan menutup hati mereka, kemudian benar-benar Dia jadikan mereka itu orang-orang yang lupa." (HR. Muslim)

[Shahih: Muslim 865]

ـــــــــــــــــــــــــــــ

[سبل السلام]

Penjelasan Kalimat

"Mereka berdua telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda di atas kayu mimbarnya (yaitu mimbarnya yang terbuat dari kayu, tidak yang terbuat dari tanah dan tidak juga di atas tiang -penahan- yang biasa beliau bersandar kepadanya. Mimbar ini dibuatkan untuk beliau pada tahun ke tujuh -ada riwayat yang mengatakan pada tahun ke delapan-, dikerjakan oleh seorang anak laki-laki dari perempuan Anshar; ia adalah tukang kayu dan namanya menurut riwayat yang paling shahih adalah Maimun. Mimbar ini terdiri dari tiga tingkat dan tetap dalam bentuk itu sampai kemudian ditambah oleh Marwan pada zaman Muawiyah dengan enam tingkat dari bawah dan dalam penambahan tingkatnya ini ada kisah tersendiri) "Hendaklah benar-benar berhenti suatu kaum dari meninggalkan shalat Jum'at atau Allah akan menutup hati mereka (al-khatmu adalah menguatkan sesuatu dengan memberikan stempel -cap- di atasnya, sehingga membekas dan membentuk cap agar sampai kepadanya dan tidak dapat dihilangkan kesyubhatan hatinya disebabkan berpalingnya mereka dari kebenaran, dan kesombongan mereka dari menerimanya serta keengganan mereka melaksanakan kebenaran tersebut. Digambarkan dengan sesuatu yang dilengketkan ke hati mereka dengan stempel yang tidak mampu dihilangkan oleh apapun. Ini merupakan ganjaran atas tidak dilaksanakannya perintah Allah Ta'ala dan tidak mendatangi Jum'at dari bab menggampangkan yang sulit) kemudian benar-benar Dia jadikan mereka itu orang-orang yang lupa." (Setelah adanya stempel dari Allah ini, maka mereka lupa mengambil sesuatu yang bermanfaat dari amal, dan meninggalkan sesuatu yang membahayakan mereka)

Tafsir Hadits

Hadits ini merupakan ancaman yang paling besar dari meninggalkan shalat Jum'at dan menggampangkannya. Di dalamnya ada khabar bahwa meninggalkannya merupakan sebab yang paling besar bagi kehinaan. Kita telah mengetahui barangsiapa yang menggampangkan shalat Jum'at dalam satu minggu sampai minggu berikutnya sampai kemudian ia diharamkan menghadiri shalat Jum'at karena sebab kehinaan yang menyeluruh. Dan Ijma' telah ditetapkan wajibnya shalat Jum'at secara mutlak. Mayoritas ulama mengatakan bahwa shalat Jum'at adalah fardhu ain. Dalam Ma'alim As-Sunan disebutkan bahwa shalat Jum'at adalah fardhu kifayah menurut para fuqaha.

Penulis: Mualif
Editor: Ibnu
©2022 Al-Marji'

Bagikan melalui:
Artikel Terkait