Ilmu Nahwu

Amil Jawazim: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

  • ARTIKEL
  • Selasa, 19 September 2023 | 20:21 WIB
  • 215
foto

@X

Secara bahasa jazm bermakna memutus, menetapkan, atau memastikan. Makna Al-Jazmu mendekati makna Al-Qath'u. Amil Jawazim didefinisikan sebagai huruf atau isim yang membuat Fi'il Mudhari' menjadi majzum. Amil Jawazim terdiri dari dua kelompok;

  1. Yang membuat majzum satu fi'il.
  2. Yang membuat majzum dua fi'il sekaligus. 

Ciri jazm pada fi'il mudhari' ada tiga, yaitu:

  1. Harakat menjadi sukun,
    contoh:
    وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ asalnya يَكُنُ > يَكُنْ
  2. Membuang nun,
    contoh:
    ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ asalnya يَتُوْبُوْنَ > يَتُوْبُوْا
  3. Membuang huruf illat,
    contoh:
    كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ asalnya يَنْتَهِى > يَنْتَهِ

Amil jawazim berjumlah 18

لَمْ - لَمَّا – أَلَمْ – أَلَمَّا - ل الامر - لَا - إِنْ - مَا - مَنْ - مَهْمَا – إِذْ مَا - أَيُّ - مَتَى - أَيْنَ - أَيَّانَ - أّنَّى - حَيْثُمَا - كَيْفَمَا

Amil yang menjazmkan satu fi’il

لَمْ - لَمَّا – أَلَمْ – أَلَمَّا - ل – لَا

  1. لَمْ : tidak,
    contoh:
     لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ 
    Tidak beranak dan tidak diperanak.
  2. لَمَّاbelum,
    contoh:
    بَلْ لَمَّا يَذُوْقُوا عَذَابِ 
    tetapi mereka belum merasakan azab-Ku.
  3. اَلَمْbukankah, apakah tidak. 
    Contoh:
    اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ 
    bukankah kami telah melapangkan dadamu?.
  4. أَلَمَّا : belumkah, apakah belum.
    Contoh:
    أَلَمَّا أُحْسِنْ إِلَيْكَ 
    Apakah aku belum berbuat baik kepadamu.
  5. ل) لام الأمر) : hendaknya (bermakna perintah), disandingkan fi’il mudhari dengan fa’il dhamir ghaib.
    Contoh:
    فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ 
    hendaknya (dia) berkata yang baik atau diam saja!.
  6. لَا) لا الناهية) : jangan (bermakna melarang), disandingkan dengan fi’il mudhari dengan fa’il mukhathab.
    Contoh:
    لَا تُفْسِدُوْا فِي الْأَرْضِ 
    jangalah berbuat kerusakan di bumi!.

Amil yang menjazmkan dua fi’il (jumlah syarat dan jawab)

  1. إِنْjika,
    contoh: 
    وَإِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْ أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ 
    Jika kalian nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu.
  2. مَاtidaklah, apa saja.
    Contoh:
    مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا
    Tidaklah Kami membatalkan suatu ayat atau Kami Hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya.
  3. مَنْ : barangsiapa, siapa saja.
    Contoh:
    فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ 
    Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
  4. مَهْمَا : setiap kali, bagaimanapun.
    Contoh:
    وَقَالُوْا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ 
    Dan mereka berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu”.
  5. إِذْ مَا : jika,
    contoh:
    إِذْمَا تَفْعَلْ شَرًا تَنْدَمْ 
    jika kamu melakukan kesalahan, maka kamu akan menyesal.
  6. أَيُّmana saja, yang mana saja.
    Contoh:
    أَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى 
    Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia Mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma-ul Husna).
  7. مَتَى : ketika, kapan saja.
    Contoh:
    مَتَى يَحْضُرْ اَحْمَدُ يَحْضُرْ حَامِدٌ 
    ketika Ahmad datang, maka datanglah Hamid.
  8. أَيْنَ : di mana, ke mana saja.
    Contoh:
    أَيْنَمَا تَكُوْنُوْ يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ 
    di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian.
  9. أَيَّانَ : jika, bila mana, kapan saja.
    Contoh:
    أَيَّانَ يَكْثُرْ فَرَاغُ الشَّبَابِ يَكْثُرْ فَسَادُهُمْ 
    apabila para pemuda banyak waktu nganggurnya, maka banyak pula kerusakkannya.
  10. أَنَّىdi mana saja, ke mana saja.
    Contoh:
    أَنَّى يَنْزِلْ ذُو الْعِلْمِ يُكْرَمْ
    di mana saja orang berilmu turun, maka ia akan dihormati.
  11. حَيْثُمَاdi mana saja.
    Contoh:
     حَيْثُمَا تَجِدْ صِدِّيْقًا وَفِيًا تَجِدْ كَنْزًا ثَمِيْنًا 
    di mana saja kamu menemukan kejujuran, maka kamu dapati simpanan yang berharga.
  12. كَيْفَمَاbagaimana pun, bagaimana saja.
    Contoh: كَيْفَمَا تَكُوْنِيْ اُحْبِبْكِ 
    Bagaimana pun keadaanmu, aku mencintaimu.

Selain itu, fi’il mudhari juga dijazmkan apabila berkedudukan jawab dari amar. Maksudnya jumlah syaratnya ada fi’il amarnya, maka apabila di jumlah jawab ada fi’il mudhari maka harus dijazmkan. Contoh:

فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ

maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

«فَافْسَحُوا» الفاء رابطة وأمر وفاعله والجملة جواب الشرط لا محل لها
«يَفْسَحِ» مضارع مجزوم لأنه جواب الطلب

 

Penulis: Muhamad Basuki
Editor: Abu Halima
©2023 Al-Marji'

Bagikan melalui:

Topik Pilihan